Thursday, June 11, 2015

Review Dr.Djoko Kirana, Spog

Banyak yang bilang Dokter itu cocok2an, ada yang cocok di saya belum tentu cocok di kamu.

Memang begitu juga yang saya rasakan, di kehamilan saya yang pertama ini, bisa di bilang saya mencoba setidaknya ada 7 dokter SpOg.

4 dokter yang saya coba berada di Jakarta, 3 terakhir di Gading Serpong (karena kami pindah ke BSD)

4 dokter yang saya cobain di jakarta kurang memuaskan saya dan suami saya, seperti ada yang kurang dengan dokter2 ini, feel nya ga dapat kalau konsultasi ke mereka.

Akhirnya setelah pindah ke BSD, kami mencoba beberapa dokter juga, dari mencari informasi sana sini , browsing sana sini. belum juga kami mendapatkan dokter yang sreg di hati kami berdua.

Kami coba mengunjungi RS St.Carolus Gading Serpong, untuk menanyakan biaya dan dokter2 nya, lalu kami tertarik akan dua dokter, Dr.Maria dan Dr.Djoko Kirana, saya coba browsing mengenai beliau, dan kami memutuskan untuk mencoba dulu di beliau.

ternyata hasil nya, Memuaskan .. Memuaskan di hati saya dan di hati suami saya. langsung kami berdua lega dan bilang akhirnya kita ketemu dengan dokter yang bisa cocok di hati, dan memutuskan untuk pemeriksaan berikutnya tetap ke dr.Djoko Kirana ini.

Beliau orang nya sabar, menenangkan, kalem tapi informatif. mau menjelaskan semua nya dengan sabar apalagi dengan kami yang New banget di dunia kandungan ini .

Tidak ragu beliau memberikan no hp nya untuk kami hubungi apabila ada pertanyaan.

Ditambah dengan RS St.Carolus ternyata rumah sakit pro ASI (ini saya baru tahu waktu ke RS tersebut) . Semakin mantap lah saya memilih Dr.Djoko yang praktek disana.

dan ternyata banyak temen saya yang menggunakan Dr.Djoko juga dan mereka puas, bahkan ada yang bela2in dari Jakarta ke Gading Serpong untuk mengecek kehamilan, karena maunya di pegang oleh Dr.Djoko ini. hahahhaa

satu lagi yang saya tangkap mengenai beliau, Beliau tidak mata duitan.. tidak suggest obat2an mahal atau yang tidak di perlukan, juga beliau tidak seperti dokter lain nya yang mau buru2 dalam melayani satu pasien. jadi kita juga lebih rilexs terutama calon papa mama baru.


Bahkan sampai proses saya melahirkan juga kami sangat terbantu dengan Dr ini yang masih mau mengangkat telepon kami di jam 2 subuh , hehehe.. Makasiiih ya dok untuk bantuan nya.

untuk kehamilan saya yang kedua nanti (belum tau kapan) hahhaa... tidak ragu saya akan kembali ke Dr.Djoko ini (jika tidak ada halangan) ;)


Semoga review ini berguna buat calon parents lain nya yang

Proses Melahirkan Ziva , sang buah hati =)

Due Date Ziva menurut prediksi dokter adalah 18 Maret 2015 , akan tetapi menurut dokter Ziva sudah siap untuk lahir dari awal maret 2015.

Berhubung Shanty kerja dan sampai akhir february belum ada pengganti Shanty selama Shanty cuti , maka Shanty sering bilang sama Ziva : " Tunggu sampai 40 weeks yah atau sampai uda ada pengganti yah nak baru lahir , hehehe..." 

Akhirnya pengganti Saya selama saya cuti sudah dapat dan akan mulai masuk di hari rabu tanggal 4 maret, Thanks God... Saya cerita ke Ziva klo sudah dapat pengganti sementara dan akan masuk mulai tanggal 4, kalau bisa Ziva tunggu sampai tanggal 20an atau pun kalau nga tunggu sampai mama serah terima sama pengganti mama yah. 

Ternyata begitu tanggal 4 maret, siang nya saya langsung dapat flek. Mulas Mulas juga mulai berasa. 
tanggal 5 maret juga dapat flek sedikit . Sepertinya Ziva sudah tau kalau mama nya sudah dapat pengganti di kantor dan ga sabaran lagi mau main sama mama di dunia ini.. hihihiii..

6 Maret malam, pulang kerja saya di antar suami ke St.Carolus gading serpong, tempat kami akan melahirkan Ziva, untuk memerika keadaan baby dan bertanya mengenai flek dan mulas2 yang saya rasakan,

Ternyata mulas yang saya rasakan (menurut dokter) adalah kontraksi palsu, karena mulas nya hanya di perut bagian bawah . sedangkan menurut dokter mulas mau melahirkan adalah sakit dari pinggang menjalar kedepan (perut atas dan turun ke perut bawah) lalu durasi mulas nya juga akan sering dan teratur . 

Pulanglah saya, masih bisa menjenguk temen yang baru melahirkan juga *ci liefung nih.. lahirin baby Louis" sehabis itu nonton.. oh ya sebelumnya ada ketemuan dengan Sisi , Fenny and Yuly, makan2 di sushi tei dulu .

Sabtu malam, rasa mulas makin terasa sakit dan sering, sampai minggu subuh jam 1 pagi, Saya membangunkan suami saya untuk mempersiapkan barang2 nya (saya sudah siapin barang2 keperluan saya dan baby, tinggal baju suami yang belum di persiapkan,,hhihihi) .
Suami saya langsung bangun dan kaget : " hah .. kenapa? uda mau ngelahirin?" hahahha... lucu dan suka melihat ekspresi nya. *lovely* 
"nga tau, yang pasti mules nya makin berasa sakit n makin sering" 

Akhirnya suami bantu catat durasi mulas nya dan berapa lama sekali.. saat itu saya mulas 6/7 menit sekali, dan sekali mulas kira2 30detik an . jam 2 pagi, kami memutuskan menelepon ke dr.Djoko, dokter yang menangani saya nantinya untuk melahirkan. 
Untung dr.Djoko masih ngangkat telpon di subuh2 hari gitu *makasih ya dok* 
Dokter bilang klo ragu kontraksi palsu atau melahirkan, datang saja ke RS, biar bisa di rekam kontraksi nya dan di cek pembukaan nya. 

Langsung lah kami menuju ke RS Carolus, ternyata dr,Djoko masih ada di RS itu , di cek oleh dr.Djoko ternyata pembukaan nya masih  pembukaan satu, kontraksi yang saya rasakan juga masih rendah. 
Waduuh... mulas uda kerasa sakitnya ternyata belum ada apa2 nya.. ini gimana klo uda 100% mules nya =( 

Dokter pun menyarankan kami untuk pulang lagi supaya bisa beristirahat sambil di observe di rumah kontraksi nya. 

8 Maret , minggu jam 6 pagi rasa mules makin sakit dan makin menjadi2.. sampai2 setiap kali mules saya harus mencoba segala macam posisi untuk mengurangi rasa sakit nya. hiiiks... (mana suami lagi ga ada, pergi ketemu orang untuk mindahin barang2 ke rumah baru kami )

jam 1an siang , kami kedatangan tamu, Ci Asiu dan suaminya , kebetulan lagi main ke daerah alam sutera, sekalian mampir ke rumah. jadilah saya ngobrol dengan mereka di ruang tamu sambil menahan rasa sakit mules saya. 
Dan di kala mules nya sakit tak tertahankan maka saya akan langsung berdiri dan permisi ke ruang makan untuk mengatur nafas dan mencari posisi yang meringankan rasa sakit.

Posisi yang bisa membantu meringankan rasa sakit saya saat itu adalh , berdiri dengan bagian kepala sampai perut menunduk , tangan di sangga ke tembok ataupun meja, lalu menggoyangkan pinggul secara perlahan . 

setelah rasa sakit nya reda, saya balik lagi ke ruang tamu dan melanjutkan percakapan . 
Jam 4an mereka pulang , begitu pulang saya lngsung minta suami mengantarkan saya ke RS lagi untuk mengecek apakah sudah ada penambahan pembukaan. 

Dr.Djoko sudah pulang saat itu, saya di cek oleh suster di jam 6 sore, dan hasilnya, masih pembukaan satu. Hiiiiiks... Belum ada penambahan pembukaan padahal rasa sakit yang saya alami makin sakit. 

Setelah ngobrol dengan dr.Djoko by phone, dr memberikan dua opsi, pulang dulu sambil di observe atau mau stay nanti setiap 4 jam sekali akan di cek oleh suster apakah ada penambahan pembukaan. 

Kami memutuskan stay di RS saja. Rasa sakit pun makin menjadi jadi . Rasa nya seperti mules , ntah mau pup atau nga, ya sakit ya melilit.. segala macam dah.

Jam 7an akhirnya suami saya mendoakan proses melahirkan ini supaya lancar2 dan di bukain jalan oleh Tuhan. lalu dia pergi ke bawah untuk mengurus administrasi dan sekalian makan malam .

Saya di kamar hanya bisa istirahat sebentar lalu mules datang mendera, dan saya coba posisi berdiri sambil nungging dengan tangan di tahan ke meja, memutar2 pinggul secara perlahan. tapi rasa sakit masih saja terasa. 

Lalu saya teringat juga dulu pernah bilangin Ziva keluar nya kalau bisa di tanggal 20an saja, hahahhaa.... dan seketika itu juga saya bilangin Ziva lagi, "Zi.. kalau memang Z sudah siap mau lahir sekarang, gpp Z.. di kantor juga sudah ada yang gantiin mama selama cuti." 

Doa terus di panjatkan sambil mengerang kesakitan, sampai2 saya di temanin dua suster untuk membantu saya menenangkan diri di kala kontraksi melanda.

Lalu salah satu suster pun menghubungi suami saya yang masih makan di bawah untuk menginfokan bahwa kelihatan nya saya sudah kesakitan sekali .

Suami saya buru2 ke kamar, dan diskusi dengan suster nya harus bagaimana. Menurut suster, jadwal pengecekan berikut nya adalah jam 10 malam, saat itu jam menunjukkan pukul 8an , lalu suami saya menawarkan saya untuk melakukan Caesar saja apabila tidak kuat lagi.

Haduuuuh.. Kalau saja saya tau harus berakhir di meja operasi, mending dari awal, sebelum saya merasakan sakit sampai begini .

Suami saya akhirnya coba menghubungi dokter dan konsultasi, apakah perlu di caesar saja atau induksi , menurut dr, bagusan tunggu sampai besok (senin 9 maret) pagi, apabila sampai besok pagi masih belum ada penambahan pembukaan, baru di putuskan apakah mau di caesar atau nga.
Kalau di Induksi tidak di anjurkan dokter, karena menurut dia saya yang belum di induksi saja sudah kesakitan setengah mampuuus bagaimana pulak dengan di tambah induksi, itu sakiiiiiiit bangeeet (katanya) 


Lalu saya memutuskan untuk menunggu, apabila setelah pengecekan berikutnya belum ada tanda2 penambahan pembukaan, mungkin saya akan menyerah dan masuk ke ruang operasi. 

Tiba2 sang suster berkata : " Seharusnya jadwal pengecekan berikut nya adalah jam 22 nanti, ini baru jam (saya lupa tepat nya jam berapa, yang pasti sekitar jam 20.40an) , Apa ibu mau di cek sekarang saja? "

saya langsung bilang " iyah sus, cek sekarang saja" maksud hati kalau tidak ada penambahan pembukaan berarti saya nyerah.. karena sakiiit nya ya ampuuuuun ya amsioooong astagaaaa beneraaaan sakiiiiiit baaaangggeeeeeet.....

sehabis di cek suster 1 langsung bilang : " sudah pembukaan 7 sus, telp ke dr.Djoko sekarang." 

Waduuuh puji Tuhaaan, pantesan sakitnya sudah ke ubun ubun naik turun kiri kanan , Hadeeeeh.... langsung saya minta di kasi ILA (penghilang rasa sakit) sejenis epidural katanya.. tapi ternyata susternya bilang sudah pembukaan 7 buk, sayang kalau di pakein ILA. Hiiiiks


Awal2 waktu pembukaan 1 saya request di pakein ILA juga belum bisa, karena mnurut suster ILA bisa di pakein kalau sudah pembukaan 4.

Udahlah itu... suster2 langsung nyiapin alat2 melahirkan, jam 9an dr.Djoko tiba (untung dia tinggal nya deket ama RS) 

Begitu dr.Djoko datang, lihat2 kondisi, langsung bilang : " OK ya buk, uda saat nya melahirkan." 

saya masih mengerang sana sini menahan sakiiit.. hiiiks.. 

Dokter memecahkan ketuban saya.. langsung kerasa hangat2 nya... (enak banget waktu kerasa hangat) mungkin saat sakit itu harusnya aku berendam air hangat aja yah, mungkin bisa meredakan sakit nya.. ooops.. maksud saya mengurangi rasa sakit.

Dokter dan suster pun mengajari cara mengeden (sebenarnya sudah di ajarin saat senam hamil dulu) 

Sangking sakitnya saya pun sempat mengangkat pantat saya.. Dokter langsung "duuh buk ga boleh gitu nanti bisa sobek"

saya masih sempat2 nya nanya.. "Apanya dok yang sobek? "hahahhaa

baru ingat dulu waktu senam hamil juga sudah di kasih tau kalau melahirkan pantat jangan di angkat, kalau tidak ntar bagian V kita bisa sobek sampai ke anus.

Langsung saya turunin dan mulai.. kontraksi puncak.. ngeden... ngeden.. awal2 ngeden masih salah karena pendek2..  tapi di coba ulang lagi.. bisa di katakan 3 kali kontraksi puncak saya mencoba ngeden dan akhirnya dokter bilang : " yak buk.. bagus bagus.. sudah kelihatan kepala nya, terus buk ngeden nya." makiin kenceng aku ngeden nya.. tiba2..

Oeek Oeeek Oeeeek... 

Hiiiiks... Perasaan bercampur aduk, antara lega karena perasaan sakit sedari tadi menghilang, rasa yang nganjal karena mau keluar akhirnya keluar seperti (maaf..orang yang susah PuP tapi akhirnya bisa mengeluarkan PuP nya sampai tuntas) lega dan enak sekali kan rasa nya? Hahahhaa


dan sempat ketakutan.. well.. bukan takut tapi apa yah perasaan ini sperti aneh ada sesuatu yang keluar dari tubuh saya dan bisa mengeluarkan suara.. hahahhaa

setelah itu Z di taruh di atas perut saya, di potong tali pusar nya dan di bawa untuk di bersihkan. 

Saya langsung lemas dan mata pun tertutup . 

Suami yang dari tadi nemenin (bersyukur dia sempat videoin proses melahirkan saya) sempat kuatir karena saya ketiduran dan di panggil2 mau nyahut pun udah susah. Asli capek booook.. kayak kuli kerja 3hari 3 malam ga berhenti.

Belum sampai disana, perut saya masih di godok2 sama dr untuk mengeluarkan plasenta saya . (di kasus saya plasenta saya tidak langsung keluar, harus di bantu dokter di tekan2 perut saya.. ) ya ampun.. saya uda ngantuk capek mau tidur.. tiba2 kebangun n teriak lagi karena kesakitan.. hiiks

Setelah Z di bersihkan , Z di kembalikan lagi ke dada saya untuk proses IMD (Inisiasi Menyusui Dini) Ini penting sekali terutama bagi ibu2 yang mau memberikan asi ke anak nya. Nanti saya akan ngeblog tentang ini juga.

IMD sambil bagian V saya di jahit .. hiiiks hiiiks..
tapi bahagia melihat mahluk imut kecil mungil ini sudah ada di dada aku.. sudah bisa aku dekap .. merasakan kulit ny, mendengar suara nya.

Terbayarkan sudah rasa sakit yang menggila2 itu.. Tidak menyesal saya memilih melahirkan dengan proses Normal. Semua rasa sakit sirna karena kehangatan yang di bawa oleh bayi mungil ini, Ziva Shanel Widjaja :) 

Mama & Papa Love you Z

8 March 2015
3.08kg - 48 cm
St.Carolus Hospital , Gading Serpong
by Dr.Djoko Kirana Spog



Ziva setelah di bersihkan dan di imunisasi (day 01) 



Tanda Tanda akan Melahirkan

Tanda-tanda melahirkanSelamat datang di akhir kehamilan. Barangkali anda hanya tinggal menunggu selama beberapa jam atau beberapa hari ke sebuah proses yang mendebarkan yaitu melahirkan. Namun apapun yang terjadi anda harus bersiap-siap melepaskan julukan sebagai calon ibu dengan kata penuh makna "ibu". Namun sebelum hal tersebut terwujud ada baiknya, kita mengetahui, sebetulnya proses melahirkan itu dimulai dengan tanda-tanda seperti apa, hingga kita yakin jika kita mendapatkan tanda tersebut, tenaga, mental, dan pikiran akan kita kerahkan guna menghadapi proses melahirkan.
Pada kebanyakan wanita, melahirkan dimulai antara minggu ke 39 dan 41 usia kehamilan. Namun karena lama kehamilan setiap orang berbeda-beda, maka banyak bayi yang dilahirkan pada salah satu minggu tersebut tanpa menunjukkan tanda-tanda prematur atau lahir terlambat. Pada bulan-bulan akhir kehamilan, tubuh anda memproduksi progesteron yang bertujuan melunakkan jaringan di sekitar cervix (leher rahim menghubungkan uterus dan vagina) dan pelvis (panggul) untuk persiapan proses melahirkan. Melahirkan di mulai saat kontraksi rahim mulai meregangkan jaringan di sekirar cervix.
Tanda-tanda akah melahirkan di awali dengan gejala:

Terasa nyeri di selangkangan

Anda akan merasakan nyeri di bagian selangkangan karena ada tekanan sebagai akibat posisi kepala janin sudah turun ke bawah, ke daerah rangka tulang pelvis. Lantaran janin menekan kandung kemih, ibu hamil menjadi sering buang air kecil. Anda juga merasakan sakit pada perut, mulas, sering buang air besar, dan buang angin.

Sakit pada panggul dan tulang belakang.

Anda akan merasakan sakit berlebih pada panggul dan bagian tulang belakang. Rasa sakit ini disebabkan oleh pergeseran dan pergerakan janin yang mulai menekan tulang belakang.

Keluarnya Lendir Kental Bercampur Darah

Selama kehamilan bayi anda tersumbat dalam rahim oleh mucus (gumpalan lendir yang lengket pada leher rahim). Saat persalinan dimulai dan cervix mulai membuka, gumpalan mucus tadi terhalau. Pada saat bersamaan, membran yang mengelilingi bayi anda dan cairan amniotik agak memisah dari dinding rahim. Penampakan dari darah dan mucus yang keluar tampak bagai cairan lengket berwarna merah muda ini merupakan tanda anda segera akan menjalani proses persalinan.

Kontraksi

Adalah tidak biasa bisa suatu persalinan diawali dengan kontraksi yang kuat. Mulanya, kontraksi tersasa seperti sakit pada punggung bawah, yang berangsur-angsur bergeser ke bagian bawah perut. Beberapa menggambarkannya mirip dengan mulas saat haid. Saat mulas bergerak kebagian perut dengan tangan dapat anda rasakan bagian perut tersebut mengeras. Kejangnya mirip kontraksi Braxton Hicks (kontraksi palsu), namur terasa teratur, semakin seiring dengan kemajuan proses persalinan. Rahim tersusun oleh otot-otot longitudinal involuntary, yaitu otot-otot yang tak dapat anda kontrol sesuka hati. Selama proses melahirkan, otot-otot tersebut semakin menebal dan memendek seiring dengan setiap kontraksi, dan saat itu juga otot-otot itu berangsur-angsur berhenti menipis, atau menghapus cervix. Proses ini berlanjut hingga pembukaan cervix menjadi penuh, ukuran lebarnya antara 8-10 cm. Dewasa ini besarnya bukaan tidak lagi diukur dengan jari. Lima jari berarti bukaan penuh.
Tahap awal dilatasi dari 1-4 cm berlangsung paling lama. Kontraksi perlahan dan muncul setiap 15-20 menit, lalu berangsur menguat dan semakin sering sehingga menjadi setiap tiga hingga lima menit, yang membuat anda merasa tak nyaman. Bila air ketuban anda belum pecah, lebih baik mendatangi rumah sakit begitu kontraksi terasa setiap 10 menit. Begitu dilatasi servix mencapai 4 hingga 5 cm, kontraksi akan terasa semakin cepat hingga seperti muncul bergelombang. Untuk mengatasinya ambillah nafas pendek-pendek namun cepat, dan waktu untuk menarik nafas diantaranya akan terasa sangat singkat. Bisa dikatakan inilah masa terberat melahirkan, yang bisa membuat anda ingin memperoleh obat penghilang nyeri.

Pecahnya Air Ketuban

Pada beberapa kasus, membran masih utuh hingga akhir tahap pertama persalinan. Kemudian, desakan kontraksi dan tekanan kepala bayi anda pada mulut cervix menyebabkan pecahnya air ketuban.
Saat air ketuban mulai bocor, anda akan merasakan semburan air atau hanya rembesan, namun persitiwa sebenarnya pecahnya air ketuban tidak terasa, karena membran tidak memiliki syaraf. Tugasnya adalah menampung dua liter air amniotik steril, yang saat keluar sekaligus juga membersihkan jalur persalinan. Seiring dengan pecahnya membran, proses melahirkan akan berlangsung cepat. Kepala bayi akan berusaha keras menekan cervix, untuk membukanya dan merangsang pelepasalan prostaglanding untuk memacu kontraksi anda.


Sumber :Tanda-Tanda Akan Melahirkan - Bidanku.comhttp://bidanku.com/tanda-tanda-akan-melahirkan#ixzz3coWT6wOR